Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah
Menu
Kembali ke Berita Kegiatan

"Tak Cukup Sekadar Baik!" - Workshop Level Up to Global Excellence di Pesantren Kauman, Dr. Derliana: Kunci Santri Ada di Tangan Guru

22 Agustus 2026 • 86x dilihat • oleh Rahman
"Tak Cukup Sekadar Baik!" - Workshop Level Up to Global Excellence di Pesantren Kauman, Dr. Derliana: Kunci Santri Ada di Tangan Guru

Padang Panjang, 22 Agustus 2026 – Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menggelar workshop peningkatan kapasitas bertajuk "Level Up to Global Excellence" dengan tema besar transformasi dari Good to Great. Kegiatan yang berlangsung di Aula AR. St. Mansur, kompleks Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah pada Rabu, 20/8 ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sebagai bagian dari komitmen mencetak tenaga pendidik dan kependidikan bertaraf global.

Workshop menghadirkan narasumber utama, Dr. (Chand) Agus Suroyo, S.Pd.I., M.Pd.I dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Direktur Muhammadiyah Training Center (MTC), sebuah pusat pelatihan yang mengusung konsep experience learning yang baru saja dibangun oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Dr. Derliana, MA, Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. Beliau menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas guru dan karyawan merupakan agenda strategis yang terus diintensifkan untuk mewujudkan visi pesantren sebagai lembaga pendidikan berkemajuan dan berdaya saing global.

"Workshop ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk terus bergerak melakukan perubahan. Menjadi baik (good) saja tidak cukup di era persaingan global. Kita perlu terus melompat menuju kehebatan (great) yang terukur," ujar Dr. Derliana dengan penuh semangat di hadapan para peserta.

Dr. Derliana yang juga baru saja terpilih sebagai Duta Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia ini menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar tenaga pendidik dan kependidikan dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi. Beliau mengingatkan bahwa kunci kesuksesan santri terletak pada kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi secara holistik.

"Pada umi dan ustadz, umi ucapkan terima kasih banyak atas kehadirannya. Kita akan langsung fokus ke materi, karena kunci kesuksesan anak-anak kita adalah bagaimana umi dan ustadz dapat mengelola kelasnya dengan baik," tuturnya dengan penuh keyakinan.

Dr. Derliana juga menyoroti pentingnya integrasi keilmuan sebagai ciri khas pesantren modern. Beliau berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dengan mendorong para guru mampu mengajarkan materi sains dan sosial yang terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Qur'an.

Pesantren Internasional Kauman yang kini memiliki santri dari 20 provinsi dan mancanegara ini terus memantapkan langkah menuju deklarasi sebagai pesantren internasional sesungguhnya. Hal ini sejalan dengan peluncuran resmi pesantren sebagai pesantren internasional pada Milad ke-98 Muhammadiyah Kauman, yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy. Dr. Derliana menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap guru dan karyawan memiliki kapabilitas mumpuni dalam mengaplikasikan pembelajaran bilingual dan STEM di ruang-ruang kelas.

Sementara itu dalam sesi pemaparannya, Dr. Agus Suroyo menekankan bahwa status "internasional" yang kini melekat pada Pesantren Kauman bukanlah sekadar label prestise, melainkan panggilan untuk terus bertransformasi. Konsep Good to Great yang menjadi tema besar workshop ini mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk melakukan lompatan kualitas secara sistemik dan berkelanjutan.

"Menjadi baik (good) saja tidak cukup di era persaingan global. Kita perlu terus bergerak menuju kehebatan (great) yang terukur, baik dari sisi kompetensi pedagogik, penguasaan bahasa asing, maupun tata kelola kelembagaan," ujar Dr. Agus Suroyo di hadapan para peserta.

Beliau juga menyoroti pentingnya integrasi keilmuan sebagai ciri khas pesantren modern. Sebagaimana visi Pesantren Internasional Kauman yang mencetak pemimpin dunia berakhlak Qur'ani, para guru dituntut mampu mengajarkan materi sains dan sosial yang terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Qur'an.

Dr. Agus Suroyo bukanlah sosok asing dalam dunia pendidikan Muhammadiyah. Sebagai Direktur Muhammadiyah Training Center (MTC), beliau memiliki pengalaman luas dalam pengembangan pendidikan non-formal dan pelatihan berbasis pengalaman (experience learning). MTC sendiri dibangun di atas lahan seluas 5.179 m² dengan konsep yang memadukan laboratorium, inkubasi bisnis, zona teknologi, dan kepemimpinan.

Pengalaman Dr. Agus dalam mengelola program pelatihan bahasa double track kerja sama dengan Jerman, yang menjangkau hampir seribu siswa dari seluruh Indonesia, menjadi nilai tambah bagi peserta workshop dalam memahami implementasi program berskala internasional.

Melalui workshop ini, Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang semakin memantapkan langkahnya menuju visi sebagai pesantren berkemajuan yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan total santri yang telah mencapai lebih dari 800 orang dari berbagai provinsi dan mancanegara, komitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan dan tata kelola kelembagaan menjadi keniscayaan.

Dengan semangat "Kauman Berdampak" yang selalu digaungkan Dr. Derliana, workshop ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam berbagi praktik baik, menginspirasi, dan terus bergerak demi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung di Aula AR. St. Mansur ini menjadi bagian dari rangkaian panjang upaya pesantren dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berwawasan global sesuai dengan cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah. (TR)

Bagikan