Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah
Menu
Padang Ilalang Di Belakang Rumah

Versi digital belum tersedia.

Ketersediaan Buku Cetak

1 dari 1 eksemplar tersedia

Peminjaman buku cetak dilayani langsung oleh pustakawan di perpustakaan.

Kesusastraan

Buku Cetak

Padang Ilalang Di Belakang Rumah

oleh Nh Dini

Belum ada penilaian · 0x dibaca
Penerbit
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun
1986
ISBN
9794030392

Sinopsis

Buku ini melanjutkan kisah dari buku pertama (Sebuah Lorong di Kotaku). Cerita berfokus pada kehidupan Dini kecil dan keluarganya saat masa pendudukan tentara Jepang di Indonesia pada tahun 1940-an. [1] (https://id.scribd.com/document/372856067/Resensi-Novel), [2] (https://perpustakaan.cm-indonesia.org/index.php?p=show_detail&id=17063&keywords=), [3] (https://bukukita.com/Buku-Novel/Sastra/73979-Padang-Ilalang-di-Belakang-Rumah.html)Zaman berubah ketika Belanda diusir dari Nusantara. Bangsa Jepang yang awalnya disambut gembira dan dianggap sebagai "penyelamat", segera menunjukkan kebengisannya. Suasana perang membuat segalanya menjadi muram; rakyat kelaparan, dilanda kemiskinan, dan harga barang melonjak drastis. [1] (https://smaunggulislamal-fahd.perpus.id/index.php?p=show_detail&id=5312&keywords=&select_lang=en_US), [2] (https://kumparan.com/assifa-atsna-hanifa/membedah-novel-padang-ilalang-di-belakang-rumah-karya-nh-dini-1z6gJU5XVq0), [3] (https://www.catatanbundasaladin.com/2025/08/Review-Padang-Illang-di-Belakang-Rumah-NHDini.html)Di tengah situasi serba sulit dan mencekam ini, Dini tumbuh dalam kehangatan sebuah keluarga yang harmonis. Ia dibimbing oleh kearifan kedua orang tuanya (termasuk sosok Ibunya yang kental dengan didikan bangsawan) serta berinteraksi dengan empat orang kakaknya. Hubungan antar-saudara, sepupu, serta keseharian mereka diatur dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan yang kuat. [1] (https://kumparan.com/assifa-atsna-hanifa/membedah-novel-padang-ilalang-di-belakang-rumah-karya-nh-dini-1z6gJU5XVq0)Makna "Padang Ilalang"Bagi Dini, padang ilalang yang terletak di belakang rumah keluarganya merupakan sebuah "dunia lain". Ia sering kali melintasi pagar kebun untuk masuk ke area alam yang lebih liar dan "berbahaya" tersebut hanya demi menangkap belalang untuk hewan kesayangannya. Tempat ini menjadi simbol kebebasan sekaligus ruang petualangan masa kecilnya di tengah kungkungan suasana perang. [1] (https://bukukita.com/Buku-Novel/Sastra/73979-Padang-Ilalang-di-Belakang-Rumah.html), [2] (https://www.catatanbundasaladin.com/2025/08/Review-Padang-Illang-di-Belakang-Rumah-NHDini.html)

Beri Penilaian

Masuk untuk memberi penilaian.